Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen

Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen Episode 6 Subtitle Indonesia

TV Sub

Expand
Turn Off Light

Tonton Anime Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen Episode 6 Subtitle Indonesia Online dalam HD di anoBoy.Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen Episode 6 Online gratis. Unduh Gratis Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen episode dalam video berkualitas tinggi. Tetap terhubung dengan Ano Boy untAuk menonton Semua Pembaruan Anime terbaru.

Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen

Akuyaku Reijou Level 99: Watashi wa Ura-Boss desu ga Maou dewa Arimasen

Villainess Level 99: I May Be the Hidden Boss but I'm Not the Demon Lord, 悪役令嬢レベル99 ~私は裏ボスですが魔王ではありません~
Rating 0.0
Status: Upcoming Studio: Released: 2024 Season: Type: TV Censor: Censored Director: Casts: , , , , , ,
RPG otome tertentu terjadi di Kerajaan Varschein, di mana rambut hitam distigmatisasi hingga tingkat yang tidak normal. Eumiella Dolkness adalah putri seorang bangsawan, yang dibenci sejak lahir karena rambutnya yang hitam pekat—dan dia juga bos yang tersembunyi! Dalam takdir yang berubah, pada usia lima tahun, Eumiella mengingat kembali kenangan kehidupan masa lalunya di Jepang. Tidak tertarik dengan aspek romansa dari game aslinya, dia mulai mendedikasikan dirinya untuk melatih sihir tipe gelapnya yang langka. Meskipun demikian, tujuan Eumiella jelas: menghindari menjadi bos tersembunyi dan menghindari pusat perhatian. Namun, saat memasuki akademi sihir, dia mengguncang fondasi kerajaan ketika status level 99 miliknya terungkap. Entah perkelahian fisik atau duel sihir, kemampuannya tak tertandingi, dan ditambah dengan rambut hitamnya, dia menonjol seperti ibu jari yang sakit. Lebih buruk lagi, pahlawan wanita asli mulai curiga bahwa dia adalah raja iblis! Bisakah gadis bangsawan datar itu mencapai keinginannya untuk hidup damai? [Ditulis oleh MAL Penulisan Ulang]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *